Anies dan Perang Semesta
Dalam pidatonya, baik kemarin dan hari ini, Anies sudah mencanangkan perang. Perang artinya Anies memperlihatkan perlawanan pada kelompok-kelompok yang ingin menjadikan negara sebagai alat untuk dirinya dan kelompoknya. Pertama, Anies meminta agar cita-cita founding fathers dikembalikan. Kita harus kembali ke spirit UUD’45. Negara harus hadir untuk kemakmuran bersama. Kedua, Anies meminta agar demokrasi ditegakkan kembali. Negara harus bisa dikontrol harus ada “check and ballance”. Bukan negara ekstraktif tapi harus inklusif.
Reformasi dimaksudkan untuk mengkoreksi Orde Baru yang tidak punya demokrasi. Rakyat hanya menjadi penonton. Oleh karenanya, dalam 25 tahun refleksi reformasi ini, Anies meminta negara bisa dikontrol dan rakyat harus bisa bebas berpartisipasi. Jangan ada penangkapan pada kelompok kritis.
Ketiga, Anies ingin mafia-mafia disingkirkan. Segera. Karena mafia ini merupakan instrumen penghisap dan memiskinkan rakyat. Ini adalah lawan terberat.
Keempat, Anies ingin korupsi dihancurkan. Anies memproklamasikan bahwa korupsi adalah musuh. Negara tidak boleh intervensi dan cawe-cawe dalam soal ini. Dia, jika terpilih Presiden, memastikan tidak akan membela sahabatnya jika korupsi.








