Meresponi hal tersebut, koleganya Pendeta Nancy Botter-Siahaya, M.Si melihat adanya peluang melalui program pemerintah yakni Tol Laut. Alumna magister Sosiologi Agama UKSW ini juga mencermati pentingnya langkah pemerintah untuk mempemudah izin usaha rakyat, serta jalur transportasi yang efektif untuk memasarkan hasil-hasil bumi di pulau Damer.
Fenomena lain yang teramati di pulau Damer adalah akses komunikasi berbasis internet. Hampir di semua desa di pulau Damer telah terpasang tower internet. Hanya saja sinyalnya tidak selancar di kota-kota besar. GSM, Geser Sedikit Mati, atau malah tidak hidup sama sekali. Hal ini mesti mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait.
Program transformasi digital yang dicanangkan pemerintah kiranya betul-betul direalisasikan di pulau-pulau kecil. Demikian pula tiang-tiang listrik telah berdiri menghubungkan desa-desa. Sayangnya hingga saat ini lampu belum menyala. “Dalam tahun ini rencananya lampu PLN bisa menyala” ungkap Bapak Wem Rumlaklak, kepada Dusun Bebar Barat yang merupakan dusun dari Desa Bebar Timur. Harapan yang sama disampaikan Pendeta Eklin Amstor De Fretes, Ketua Majelis Jemaat GPM Bebar Timur.
Saat berada di Desa Wulur yang merupakan ibukota kecamatan Damer, sudah berfungsi sebuah jembatan beton yang menghubungkan Desa Wulur dan Desa Kehli. Seratus meter setelah jembatan itu ada sebuah tugu perdamaian yang mengajar kedua desa tetangga itu untuk hidup rukun dan damai. Lalu di belakang kantor Camat Damer sedang dirintis jalan raya yang menghubungkan desa-desa di pulau Damer. Proyek yang sama dengan diupayakan di Desa Ilih menuju Desa Kehli.









