Cita Citata Dibayar 150 Juta Dari Korupsi Dana Bansos Juliari?

oleh -121 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pedangdut Cita Citata syok dibilang terima dana kemensos 150 juta.  Terungkap setelah Mentri Sosial (mantan) Juliari Batubara yang ditangkap KPK menjalani sidang di Pengadilan Tipikor.

Cita Citata tegaskan bahwa dirinya tak pernah menerima undangan untuk tampil di Labuan Bajo langsung dari pihak Kementrian Sosial.

Hadirnya Cita Citata dalam acara beberapa waktu lalu adalah undangan dari pihak Event Organizer (EO).

Ia mengaku tak tahu jika uang yang digunakan untuk membayar penampilannya adalah uang korupsi dana bantuan sosial Covid-19.

Link Banner

“Cita yang ngundang itu EO, pihak EO. Jadi bukan dari pihak Kemensos. Jadi Kemensos minta ke EO, EO baru panggil kita. Jadi kita nggak tahu- menahu soal itu,” ujar Cita Citata saat dihubungi awak media, Senin (8/3/2021).

Setelah ia tampil dalam acara tersebut di Labuan Bajo, Cita Citata mengaku kaget mendengar mantan Mentri Sosial, Juliari Peter Batubara ditangkap karena dugaan korupsi.

“Tetapi, Cita juga syok ketika mendengar itu. Entah seminggu kemudian, ketangkep seminggu dua minggu gitu,” tutur Cita Citata.

“Karena kita merasa di sana tidak ada kejanggalan, jadi yaudah biasa aja. Kalau memang Cita tidak dipanggil dari pihak si Batubara,” terangnya.

Cita tak ingin masyarakat menilai dirinya ikut menikmati dana korupsi bantuan sosial untuk menagani Covid-19.

“Karena masalah ini kan masalahnya udah bansos. Takutnya dipikirnya Cita tahu gitu. Cita sebenarnya tidak tahu. Tahunya setelah itu dan syok,” ungkapnya.

“Memang aku nggak berkomentar waktu itu takutnya jadi polemik juga, jadi kayak orang membacanya aneh-aneh padahal aku di sana profesional kerja,” lanjut Cita.

Ia juga membantah jika dirinya menerima uang sebesar Rp 150 juta untuk penampilannya.

Baca Juga  Warga Empat Kelurahan di Ternate Utara Minta Talud Pantai

Cita Citata mengaku kontrak dalam setiap penampilannya tak mencapai ratusan juta.

Uang sebesar itu dibayarkan pihak Kemensos karena menggunakan perantara EO dan agency yang menghubungi Cita Citata.

Cita menjelaskan bahwa uang yang ia terima bukanlah langsung dari pihak Kemensos melainkan dari agency yang mengontaknya.

“Nggak tahu ya kalau lets say dia bayarnya ke orang segitu (Rp 150 juta). Nggak tahu,” katanya.

“Kan kalau misalkan manggil kita harus ada agency juga. Lalu kemudian nanti kepalanya banyak, itukan biasalah kalau gitu, ada uang-uang kasih berapa gitu,” tutur Cita Citata.

Cita Citata mengatakan bahwa kontraknya sekali manggung tidak mencapai ratusan juta

“Cuma kan kayak gitu nggak tertuang di kontrak. Biasanya kontraknya, kalau kontrakku nggak sampai ratusan. Nggak,” jelasnya.

Cita Citata kaget ketika namanya disebut dalam sidang tindak pidana korupsi. Saat itu saksi membeberkan aliran dana uang korupsi bantuan sosial Covid-19 yang mencapai Rp 16.7 Miliar

 Selain Cita Citata 150 Juta, Operasional BPK 1 Miliar

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020).
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

TERUNGKAP aliran korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 sebesar Rp 14.7 miliar yang berujung penangkapan Mensos Juliari Batubara.

Aliran uang korupsi ini diungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso saat bersaksi untuk dua terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3/2021).

“Rp 14,7 miliar yang diberikan ke menteri kurang lebih sebesar itu, dari jumlah itu Rp 8,4 miliar saya berikan ke Pak Menteri melalui Pak Adi,” kata Matheus Joko Santoso.

Baca Juga  Negara Pasifik Desak PBB Selidiki Situasi HAM di Papua

Adapun Adi yang dimaksud merupakan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19.

Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono juga berstatus tersangka di kasus dugaan suap bansos penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di tahun 2020.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Nur Azis kemudian mengonfirmasi keterangan Joko dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait penggunaan uang tersebut.

“Dalam BAP 78 saudara mengatakan setelah menerima uang, menteri mengevaluasi penerimaan uang dan atas arahan menteri uang tersebut dibayarkan untuk beberapa keperluan, ini benar?” tanya Azis.

Barang bukti uang tunai korupsi Mensos Juliari
Barang bukti uang tunai korupsi Mensos Juliari (facebook)

Rincian penggunaan uang tersebut yakni:

1. Kepada Adi Wahyono untuk keperluan mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebesar Rp 8,4 miliar

2. Kepada Adi Wahyono sebesar Rp 1 miliar

3. Kepada Pepen Nazaruddin (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial) Rp 1 miliar

4. Karo Perencanaan Kemensos Adi Karyono sebesar Rp 550 juta namun sudah dikembalikan pada 25 November 2020.

5. Karopeg Kemensos Amin Raharjo sebesar Rp 100 juta

6. Sunarti (Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos) sebesar Rp 100 juta

7. Robin (tim bansos) Rp 300 juta

8. Yogi tim bansos Rp 300 juta

9. Iskandar Rp 250 juta

10. Rizki Kemensos Rp 350 juta

11. Firman tim bansos Rp 250 juta

Baca Juga  BPS: Awal Tahun Terjadi Inflasi 0,26 Persen

12. Reinhan Rp 70 juta

13. Pembelian 10 buah ponsel senilai total Rp 140 juta kepada pimpinan Kemensos

14. 3 unit sepeda Brompton untuk Sekjen Kemensos Hartono Laras senilai Rp 120 juta

15. Untuk operasional BPK Rp 1 miliar yang diberikan melalui Adi

16. Pembayaran hotel Biro Humas Rp 80 juta

17. Pembayaran tes swab Covid-19 pimpinan Kemensos Rp 30 juta

18. Seragam baju tenaga pelopor Rp 80 juta

19. Pembayaran kegiatan Mesuji, Lampung Rp 100 juta

20. Pengerahan tenaga pelapor untuk monitoring gudang Rp 80 juta

21. Pembayaran makan minum rapat pimpinan mulai awal hingga akhir Rp 100 juta

22. Pembayaran makan minum tim bansos relawan dan tim pantau Rp 200 juta

23. Pembayaran sapi Rp 100 juta

24. Pembayaran artis Cita Citata untuk kegiatan rapat di Labuhan Bajo Rp 150 juta

25. Sewa pesawat carter persawat Labuan Bajo Rp 270 juta

Jaksa kemudian bertanya mengapa dana untuk kegiatan-kegiatan tersebut diambil dari fee vendor bansos.

“Tidak tahu, hanya menjalankan perintah,” jawab Joko.

“Itu Rp 14,7 miliar sudah habis dipakai?” tanya jaksa.

“Waktu itu sudah terdistribusi semua,” ujar Joko.

Dalam kasus ini, Harry dan Ardian didakwa menyuap Juliari dan sejumlah pejabat di Kementerian Sosial.

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp 1,95 miliar.

Menurut JPU, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020.

(red/kompas.com)