Comandante

oleh -2 Dilihat

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pegiat Sosial

“Dalam revolusi salah satu pasti akan menang atau mati”.

3 Oktober 1965 yang muram, Fidel Castro membacakan sebuah surat perpisahan karibnya Ernesto “Che” Guevara di hadapan Komite Sentral Partai Komunis yang baru terbentuk. Ada kehilangan meski surat Che secara terbuka mengungkap dukungan dan kebanggaannya berjuang bersama Castro “memenangkan” hati rakyat Kuba. Castro dan Che pertama bertemu ketika Castro muda datang ke New York untuk menggalang dana bagi kebebasan Kuba dari sebuah rezim yang korup. Sebuah pertemuan yang menyatukan. Sejak itu dan terutama setelah pertemuan kali kedua di Meksiko, keduanya bahu membahu berjuang menyalakan api revolusi Kuba. “Patria o Muerte”, tanah air atau mati.

Baca Juga  Lantik 224 Pejabat Pemkot Ambon, Bodewin Wattimena Tegaskan Merit System dan Integritas Birokrasi

Plato menyebut, orang-orang dengan karakteristik, kegemaran dan sifat yang sama akan berkumpul dengan membentuk satu kumpulan atau kelompok. Namun yang berkumpul tak selamanya sejalan menikmati sukses bersama. Setelah perang gerilya, menerjang peluru dan gelegar bom, membangun jejaring bawah tanah, mendirikan radio pemberontak, menyerukan perlawanan rakyat terhadap diktator Baptista dan menyalakan api revolusi dengan pedestal marxisme – mereka menang dan Castro kemudian jadi pemimpin Kuba.

No More Posts Available.

No more pages to load.