“Torino memimpin 1-0 di paruh babak tanpa satu pun tembakan mengarah ke gawang, sedangkan kami gagal mengonversi sebuah hadiah penalti dan beberapa peluang lain,” cetus Conceicao kepada DAZN.
“Banyak hal terjadi dan kami harus lebih tangguh ketika bereaksi. Saya sadar tidak mudah bagi para pemain Torino ketika pemain terbaik Torino adalah kiper mereka dan kami memiliki 30 percobaan ke gawang.”
“Rafa tadi tidak dalam performa terbaiknya, ada beberapa pemain lain dan mereka semua penting. Saya masih mengatakan bahwa kita tidak sebaiknya fokus pada pemain-pemain pengganti ataupun formasi ketika kebobolan dua gol konyol seperti itu, karena siapa saja akan menderita di dalam situasi semacam ini,” Conceicao menambahkan usai AC Milan tersungkur.
sumber: detiksport









