“Pop Seblay itu sebetulnya album yang jadi karena satu alasan: kangen sama anak-anak. Terus karena aku kangen, ingin banget di lagu-lagu ini yang kerjakan anak-anak saja.” kata Danilla.
2. Menghadirkan sejumlah tamu spesial
Di samping itu, Pop Seblay Juga menghadirkan sejumlah tamu spesial. Ada Sigit Pramudita dari grup Tigapagi yang menyumbangkan lirik ‘Bukan Otomata’ sebagai sesama penyang binatang; suara rayuan oleh pemandu siniar Bobby Mandela dapat disimak di lagu ‘kudikan’, ‘Di Mana?’, dan ‘Fel d 1’.
Penyanyi Teddy Adhitya menjadikan ‘Fel d 1’ lagu paling sensual yang pernah ada tentang alergi; dan seniman visual Fluxcup, yang menginspirasi judul album ini lewat seri video ‘Monyet Seblay’ buatannya, mendapat kehormatan membuka Pop Seblay dengan monolog absurdnya yang khas.
3. Arti kata Seblay
Menurut Danilla kata seblay diartikannya sebagai; “Kayak habis capek, terus dapat makanan enak banget, terus merokok, kekenyangan, kena angin.” Sesederhana itu dia menganalogikannya.
Dengan kebersamaan itu, tak heran jika album ini menjadi penuh humor dan lelucon internal, baik dari segi musiknya yang tiba-tiba menyelipkan dangdut atau disko maupun dari segi liriknya yang membicarakan tradisi menginjak sepatu baru teman (‘Di Mana?’).









