Dari Padamkan Api hingga 27 Rumah Terbakar: Kesaksian Warga Patahuwe Buka Kembali Kronologi Bentrokan

oleh -65 Dilihat
Api yang awalnya membakar kawasan kebun di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026), dalam hitungan beberapa jam berubah menjadi konflik terbuka antara warga Negeri Lisabata dan Negeri Patahuwe.

Kesaksian tersebut tentu belum dapat berdiri sendiri sebagai bukti mengenai siapa yang menyebabkan kebakaran atau siapa yang kemudian melakukan pembakaran rumah. Namun, keterangan Lidya menjadi penting karena memiliki titik temu dengan kronologi awal yang disampaikan Polda Maluku, yakni bahwa warga Patahuwe memang berada di kawasan kebun yang terbakar dan sempat membantu proses pemadaman.

Di sinilah terdapat bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu diperjelas: jika warga Patahuwe benar berada di lokasi untuk membantu memadamkan api, bagaimana situasi kemudian berubah dari upaya pemadaman kebakaran menjadi bentrokan dan pembakaran puluhan rumah?

Warga Patahuwe Disebut Ikut Padamkan Kebakaran

Keterangan resmi Polda Maluku memberikan gambaran mengenai rentang waktu sebelum konflik terbuka pecah.

Baca Juga  PLN dan ESDM Hidupkan Kembali PLTS Pulau Tiga, Warga Kini Nikmati Listrik 24 Jam

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT ketika terjadi kebakaran di area kebun milik salah satu warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali.

Menurut Rositah, warga Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu melakukan pemadaman. Setelah itu, warga Patahuwe kembali ke wilayah mereka.

Keterangan kepolisian ini pada dasarnya memiliki irisan dengan kesaksian Lidya yang menyebut warga Patahuwe ikut membantu memadamkan api. Namun, kesamaan pada bagian awal kronologi tersebut justru membuka pertanyaan lebih jauh mengenai apa yang terjadi setelah warga meninggalkan lokasi kebakaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.