Data BPS Patahkan Klaim Kemiskinan Malut Turun: Warga Miskin Bertambah 3.040 Orang, APBD Baru Terserap 51,08 Persen

oleh -8 Dilihat
Maluku Utara masih berdiri di puncak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, di balik angka fantastis yang selama ini menjadi kebanggaan daerah, terselip sinyal yang patut diwaspadai: laju pertumbuhan ekonomi mulai kehilangan tenaga.

Porostimur.com, Ternate — Klaim Pemerintah Provinsi Maluku Utara bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan berbanding terbalik dengan sejumlah indikator dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemprov Maluku Utara menyebut persentase kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 5,59 persen dari 5,81 persen pada September 2025. Namun, jika menggunakan periode pembanding yang sama berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin justru meningkat dari 5,59 persen menjadi 5,79 persen.

Lebih jauh lagi, dari sisi jumlah absolut, penduduk miskin di Maluku Utara justru bertambah 3,04 ribu orang hanya dalam enam bulan.

Perbedaan pembacaan data tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai dasar klaim keberhasilan program penanggulangan kemiskinan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda.

Persentase Turun Tipis, Jumlah Penduduk Miskin Malah Bertambah

Pernyataan mengenai penurunan kemiskinan disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sarbin Sehe, saat membuka Rapat Koordinasi TKPK Kabupaten/Kota, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga  Otonomi Tanpa Uang, Demokrasi Tanpa Kuasa

Pemprov menyebut angka kemiskinan pada Maret 2026 berada di 5,59 persen, turun 0,22 poin dibanding September 2025 yang disebut sebesar 5,81 persen.

No More Posts Available.

No more pages to load.