Demi Turunkan Bendera RMS, Ibu Penjual Kue dari Aboru Nekat Panjat Tower 72 Meter

oleh -7 Dilihat
Keberanian Welhemina Rumra/Sinay, seorang ibu rumah tangga asal Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi buah bibir warga. Perempuan yang sehari-hari berjualan kue keliling itu nekat memanjat tower telekomunikasi setinggi sekitar 72 meter untuk menurunkan sebuah bendera yang disebut-sebut sebagai bendera Republik Maluku Selatan (RMS).

Berdoa Sebelum Memanjat Tower

Sebelum menaiki tower, Welhemina terlebih dahulu berdoa. Setelah itu, ia mulai memanjat perlahan menuju bagian atas tower.

Perjalanan menuju lokasi bendera ternyata tidak mudah. Di tengah pendakian, Welhemina sempat menghentikan langkah untuk beristirahat selama beberapa menit.

Setelah merasa cukup kuat, ia kembali melanjutkan pendakian. Sedikit demi sedikit, perempuan itu akhirnya berhasil mencapai bagian atas tower, tempat bendera yang dilaporkan warga terpasang.

Setibanya di lokasi, Welhemina kemudian menurunkan bendera tersebut. Bendera itu dilipat dan disimpan di balik pakaiannya sebelum ia mulai menuruni tower secara perlahan.

Setelah melewati perjalanan yang penuh risiko, Welhemina akhirnya berhasil kembali ke tanah dalam keadaan selamat.

Baca Juga  18 Hari Hilang, Rahmayanti Dano Kader Belum Ditemukan, Polres Morotai Minta Warga Bantu Melacak

Di Balik Aksi, Ada Nama Anak yang Sedang Menempuh Pendidikan TNI

Bagi keluarga, keberanian Welhemina tidak semata-mata dipandang sebagai tindakan spontan untuk menurunkan sebuah bendera. Ada dorongan emosional yang berkaitan dengan keluarga dan keyakinannya terhadap Merah Putih serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah seorang anaknya, Natalius Sinai, diketahui sedang menjalani pendidikan sebagai calon anggota TNI di Rindam Suli.

Keluarga menyebut tindakan Welhemina sebagai bentuk keberanian seorang ibu yang ingin menunjukkan kecintaannya kepada keluarga sekaligus keyakinannya terhadap Merah Putih.

No More Posts Available.

No more pages to load.