Demi Turunkan Bendera RMS, Ibu Penjual Kue dari Aboru Nekat Panjat Tower 72 Meter

oleh -7 Dilihat
Keberanian Welhemina Rumra/Sinay, seorang ibu rumah tangga asal Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi buah bibir warga. Perempuan yang sehari-hari berjualan kue keliling itu nekat memanjat tower telekomunikasi setinggi sekitar 72 meter untuk menurunkan sebuah bendera yang disebut-sebut sebagai bendera Republik Maluku Selatan (RMS).

Kisah ini menjadi perhatian karena pelakunya bukan aparat atau personel terlatih, melainkan seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kue keliling. Namun, ketika melihat bendera yang disebut sebagai simbol RMS berkibar di tempat tinggi, ia berani mengambil risiko yang tidak kecil.

Meski demikian, keberanian tersebut sekaligus menyisakan catatan penting. Memanjat tower dengan ketinggian puluhan meter merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal.

Karena itu, penanganan terhadap bendera atau simbol yang diduga berkaitan dengan kelompok tertentu semestinya dilakukan melalui prosedur serta kewenangan aparat yang berwenang, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

Dari Negeri Aboru, kisah Welhemina kini menjadi cerita tentang keberanian seorang ibu—tentang keluarga, keyakinan, dan Merah Putih yang ia bela dengan caranya sendiri.

(Josian Kakisina)

Baca Juga  Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali Meninggal Dunia di Makassar

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.