Porostimur.com, Jailolo — Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Halmahera Barat terus diperkuat melalui intervensi langsung di tingkat keluarga. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Halmahera Barat menggelar Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Desa Taraudu, Kecamatan Sahu.
Program tersebut menyasar satu ibu hamil dan dua anak balita yang menjadi keluarga penerima manfaat. Intervensi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan memberikan pendampingan sekaligus dukungan pemenuhan kebutuhan gizi.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Puskesmas Sahu, Camat Sahu, Camat Sahu Timur, serta Kapolsek Sahu. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Tiga Pejabat Jadi Orang Tua Asuh
Sekretaris Dinas P2KB Halmahera Barat Eklesia Susyanti Lores, SKM, menegaskan penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan butuh komitmen kolektif,” kata Eklesia.
Menurutnya, Gerakan Orang Tua Asuh dirancang untuk memastikan intervensi gizi spesifik dapat diberikan secara langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Pendampingan juga diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dilakukan secara intensif dan berkelanjutan agar kondisi kesehatan ibu dan anak dapat terus dipantau.









