Dituduh Menipu dan Gelapkan Uang, Sam Latuconsina Polisikan Zuhri Wael

oleh -6.444 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Unggulan Zuhri Wael di media sosial facebok yang menuding MAS Latuconsina (Sam) sebagai pengkhianat serta menuduh Sam menilep uang milik Murad Ismail dan Barnabas Orno berbuntut pelaporan polisi.

Melalui Kuasa Hukumnya dari kantor pengacara Lauritzke Mantulameten, SH & Rekan, Sam Latuconsina melaporkan Zuhri Wael pada Senin, (26/7/202) karena diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial dan/atau facebook, sebagaimana sesuai dengan Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Dalam laporan setebal tujuh halaman itu, disebutkan bahwa pada hari Selasa, tanggal 20 Juli 2021 melalui Media Sosial dan/ata
uFacebook, Teradu JUHRI WAEL, telah dengan sadar dan tanpa paksaan memposting tulisan sebagai berikut: “Ale jadi Ketua Tim Relawan tipu MI ambil uang dari beliau, ambil uang dari Pak Orno, padahal di ale kampung Ori sendiri saja ale kalah! lalu itu ale keringat berapa yang dikhianati?

Baca Juga  Klaim menang Pilgub Maluku, Baileo sinyalir pelanggaran di 3 kabupaten

Weeh Bos ingat2 hati lae.
Mestinya ale harus malu ke Publik Maluku, bahwa ale itu PENGKHIANAT dan ale pung mental politikus penipu itu jangan main ajak perang sama jenderal. Tidak ada tikus makan kucing, yang ada kucing makan tikus, kalau hanya sekedar tikus kejar kucing mungkin itu cerita film Tom and Jerry kaya se pung carita DIKHIANATI Lucu dibawa itu”.
Adapun postingan ini ditambahi tagar #MasihAleJual_KatongBali,

AleBali_KatongBoring, #DasarPolitisiPENGKHIANAT.

Kuasa Hukum Sama Latuconsina, Lauritzke Mantulameten, mengatakan, sebagai akibat hukum dari perbuatan Teradu ZUHRI WAEL telah secara Nyata dan Sadar Merugikan/Menjatuhkan Martabat, Kehormatan dan Nama Baik Pengadu dengan fitnahan, tuduhan, penghinaan dan mencemarkan nama baik Pengadu dihadapan Publik dengan postingan tulisan yang tidak benar dan tidak
berdasarkan fakta-fakta hukum yang terjadi, sehingga sangat merugikanPengadu;

Baca Juga  Inilah Lokasi dan Jenis Lomba MTQ XXVIII Provinsi Maluku di Buru

Menurut Mantulameten, selain postingan status dan foto melalui media sosial pada Akun Media Sosial Facebook, Teradu Zuhri Wael juga menyatakan tuduhan dan penghinaan
terhadap Pengadu dalam beberapa kolom komentar terhadap postingan tersebut
antara lain; terhadap komentar dari Akun Facebook milik Chrisnanimory Patrick
Papilaya yang mana Teradu ZUHRI WAEL menuduh dan mengatai Pengadu dengan
kalimat; “Kawan e Awas PANIPU Mau Cagub. Cueee (emoticon Tertawa)
dan juga kalimat : “Tapi Itu Orang Dia Salah, Baru Pake Jurus Dihianati,
Padahal PENGKHIANAT BASAR !! (emoticon Tetawa Terbahak-bahak)”

“Bahwa terhadap penjelasan dan uraian fakta-fakta tersebut diatas, maka perbuatan/tindakan yang dilakukan oleh Teradu JUHRI WAEL, patut diduga merupakan Dugaan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial
dan/atau Facebook,” tukasnya.

Baca Juga  BNNP Maluku Utara Musnahkan 1,6 Kilogram Narkotika Jenis Ganja

Mantulameten juga bilang, berdasarkan laporan itu, Zuhri Wael diduga telah melakukan pencemaran nama baik di dengan menggunakan media sosial dan/atau facebook, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor: 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor: 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”).

Kepada porostimur.com, Mantulameten mengatakan, pihaknya berharap agar Polda Maluku bertindak profesional dan serius dalam menangani perkara yang dilaporkan oleh kliennya itu.

“Ini kasus yang sensitif karena menyangkut harkat dan martabat klien kami dan keluarganya. Kami harap Polda Maluku dapat bertindak secara profesional dan serius dalam menangani kasus ini,” pungkasnya. (tim)