Jamaludin bilang, sangatlah naif bila kuota anak Maluku diisi oleh orang bukan Maluku. Menurut dia, ini bukan soal diskriminasi, tapi soal keadilan dan pemerataan.
“Banyak saudara kita yang merantau ke Jakarta dan daerah lain karena tidak ada lapangan pekerjaan di Maluku ini, dan hal itu menyayat hati kita, belum lagi kita anak anak Maluku di Jakarta selalu dianggap “preman” hanya karena ingin mencari sesuap nasi di tanah orang, padahal kita punya SDA yang begitu melimpah ruah, tapi kita jadi daerah termiskin ketiga setelah Papua dan Papua Barat,” katanya.
Koedoeboen menambahkan, bila pihak Polda Maluku merasa bahwa semua mekanisme dan tahapan seleksi itu sudah sesuai dengan SKEP Kapolri maka dia akan hormati.
“Karena hanya timsel dan Tuhan saja yang tahu, karena setiap perbuatan kita akan mendapat balasan dari Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang namanya pangkat dan jabatan itu hanyalah amanah, ibarat kotoran di badan, jadi tidak ada yang kekal atau abadi semua ini hanya titipan dan hiasan hidup saja,” tutupnya. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











