Reddaway bersikeras dalam dokumen lain yang tidak diklasifikasikanbahwa para ahli Kementerian Luar Negeri dan jenderal Indonesia “bernyanyi dalam harmoni”.
Dia juga merayakan propaganda Inggris karena mampu menghapuskan oposisi Soekarno terhadap proyek Federasi Malaya dengan “biaya minimal” dan hanya dalam waktu setengah tahun.
Apa yang digambarkan Reddaway sebagai “geng lama” benar-benar hancur oleh peristiwa berdarah pertengahan 1960-an. Presiden Soekarno ditangkap pada tahun 1967 dan meninggal tiga tahun kemudian di bawah tahanan rumah.
(red/abadi)




