Dalam buku Jeffrey A Winters dengan judul “Oligarchy”, yang ditulisnya sebagai upaya refleksi mengungkap apa dan sebenarnya oligarki dan perannya dalam negara demokrasi. Menurut Winters (2011), Oligarki adalah mereka yang menggunakan harta kekayaan untuk mempertahankan kekuasaannya. Ia selalu berupa individu, bukan lembaga atau instansi.
Di lain sisi, Winters merasa sangat penting untuk menempatkan istilah Oligarki dalam dua dimensi sebagai pemahaman. Dimensi pertama, Oligarki memiliki dasar kekuasaan—kekayaan material—yang sangat susah untuk dipecah dan diseimbangkan. Kedua, Oligarki memiliki jangkauan kekuasaan yang luas dan sistemik, meskipun dirinya berposisi minoritas dalam suatu komunitas.
Di buku itu juga Winters menjelaskan dengan begitu apiknya tentang realitas demokrasi di Indonesia bahwa demokrasi Indonesia dikuasai oleh kaum oligarki sehingga makin jauh dari cita-cita untuk memakmurkan rakyat.
Hal itu, kata Winters, terlihat dengan makin dalamnya jurang antara si kaya dan si miskin di Indonesia. Sehingga, di Indonesia, yang kaya makin kaya dan miskin makin miskin. Konsentrasi kekayaan dan ketimpangan meningkat.
Ketika demokrasi Indonesia terkonsolidasi, para oligarki mengukuhkan posisi sebagai pelaku utama dalam kehidupan politik Indonesia. Cengkeraman mereka dalam kehidupan politik Indonesia terlihat sangat jelas, terstruktur dan sistematis.








