“Dengan posisi pendapatan dan belanja yang telah ditekan sebagaimana kesepahaman bersama, terdapat defisit sebesar minus Rp 110 miliar, yang kemudian diperhitungkan dengan pembiayaan daerah, terutama penyelesaian utang jangka panjang, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran daerah pada posisi minus Rp 189 miliar,” paparnya.
Yasin mengungkapkan, Pemprov Malut berupaya membuat penganggaran yang berimbang, akan tetapi tetap memperhitungkan kondisi kekinian, maka disepakati pendapatan dan belanja yang ada.
Sementara itu, dengan kondisi yang ada, target-target makro pembangunan diprediksi akan dapat dicapai sesuai asumsi RKPD dan KUA-PPAS tahun 2024 yaitu:
- Pertumbuhan Ekonomi ditargetkan 15 persen,
- Indeks pembangunan Manusia ditargetkan 70,11 point,
- Tingkat Kemiskinan ditargetkan pada 6,19 persen,
- Tingkat Pengangguran Terbuka pada 3,69 persen,
- Indeks Rasio Gini 0,278 point
“Untuk itu, dimintakan kepada seluruh perangkat daerah untuk tetap melaksanakan tugas dan fungsi untuk mendorong, memantau serta mengarahkan target perangkat daerah yang mendukung pencapaian target-target makro tersebut,” pungkas mantan Bupati Halmahera Tengah ini. (red/tsc)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











