Dua Desa di Halmahera Tengah Memanas, Tokoh Agama dan Mahasiswa Serukan Damai

oleh -3,475 views
Ketegangan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memicu kekhawatiran luas setelah situasi sempat memanas pada Jumat (3/4/2026).

Porostimur.com, Weda — Ketegangan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memicu kekhawatiran luas setelah situasi sempat memanas pada Jumat (3/4/2026).

Insiden tersebut mengganggu kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), di mana sejumlah warga dilaporkan keluar rumah dan sebagian membawa senjata tajam. Bahkan, sebuah pos di wilayah perbatasan kedua desa disebut sempat dibakar.

Dipicu Dugaan Penganiayaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan diduga dipicu oleh ditemukannya seorang warga Desa Banemo dalam kondisi menjadi korban di area kebun. Peristiwa itu langsung memancing emosi warga hingga terjadi aksi saling berhadapan.

Meski aparat gabungan TNI-Polri telah dikerahkan ke lokasi, situasi hingga kini masih belum sepenuhnya kondusif. Kapolres Halmahera Tengah, Fiat Dedawanto, turut turun langsung mengimbau masyarakat agar menahan diri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Baca Juga  Mercy Barends Soroti Perlindungan Pihak Ketiga dalam RUU Perampasan Aset

Seruan Damai di Momentum Jumat Agung

Di tengah ketegangan, Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Maluku Utara, Heri Mangadil, mengeluarkan imbauan damai kepada masyarakat.

Dalam pesannya yang disampaikan bertepatan dengan momentum Jumat Agung di Lelilef, ia mengajak warga kembali pada nilai budaya Fagogoru yang menjunjung tinggi persaudaraan.

No More Posts Available.

No more pages to load.