Dua Film Pendek Karya Sineas Muda Maluku Berjaya di Festival Film Bulanan Lokus 9

oleh -7 Dilihat

Porostimur.com, Jakarta – Dua film karya sineas muda Maluku, ditetapkan sebagai Film Terpilih pada Festival Film Bulanan Lokus 9 (Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara).

Film dokumenter ‘Tahuri; Bunyi Pertama Yang Keluar Dari Bumi’, karya sutradara Fredy Likumahuwa, produksi Kele Project, asal Ambon ditetapkan sebagai Film Terpilih Pertama.

Kemudian film dokumenter ‘Rumah Adat Latakua’, karya sutradara Iwi Marahena, asal Masohi ditetapkan sebagai Film Terpilih Kedua.

Alasan terpilihnya film ‘Tahuri; Bunyi Pertama Yang Keluar Dari Bumi’, menurut salah satu kurator yang juga sutradara dan penulis skenario Rahabi Mandra (Abi), film ini mampu mengangkat isu cerita dan karakter dengan baik.

“Tahuri itu dokumenter yang punya awareness terhadap penceritaan, terhadap karakter. Bahwa dokumenter bukan cuma mengangkat isu tapi juga mengangkat karakter dan cerita. Bahwa ada seorang maestro dengan segala keterbatasannya masih mengajar, cara dia mengajar, kita jadi ikut ke dalamnya daripada hanya sekadar bicara alat musik dan efek dari alat musik tradisional seperti itu,” papar Abi, dilansir pada Sabtu (11/11/2023).

Baca Juga  Kasus Pelecehan Tak Kunjung Tuntas, Warga Bakar Ban dan Tutup Akses Jembatan Watdek

“Aku sendiri senang melihat keluguan seorang maestro ternyata dia bisa tampil di dalam film tersebut, berarti ada ketekunan dalam membuat filmnya dan akhirnya ditutup dengan pernyataan, itu jadi bahan obrolan ke pihak-pihak yang sebenarnya bisa jadi melestarikan atau mengembangkan budaya musik terutama alat musik pabrik,” imbuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.