Dua Putaran?

oleh -212 views

Kalo saya membacanya, walaupun semangat 45 bangun IKN, matanya Pak Budi itu ada di Jakarta. Ini yang bisa jadi come back untuk terus berkuasa dan punya pengaruh.

Situasi inilah yang bikin Pak Budi sangat ingin pemilu cepat selesai. Kalau itu terjadi, posisi dia sangat kuat. Tambah lagi kondisi fisik Mbah Wowo yang gak begitu prima.

Jadi, lihat baik-baik ya. Jakarta akan jadi launching pad atau batu lompatan untuk Pak Budi. Kalau memang satu putaran, Pak Budi bisa mendorong ide yang disukai oleh Mbah Wowo: pemilu itu mahal, jadi kepala daerah dipilih oleh DPRD saja. Nanti presiden juga dipilih oleh DPR saja.

Baca Juga  Belanja Perjalanan Dinas DPRD Malut Tembus Rp46,3 Miliar, Serapan Awal Tahun Disorot

Nah, ini juga akan ada pelintirannya. Nanti anak bungsu Pak Budi bisa melenggang jadi Gubernur. Apalagi kalau partai kecil ganteng cantik itu dapat suara lumayan di DPRD Jakarta.

Itu bisa saja terjadi. Iya kan?

Nah, bagaimana kalau sampai putaran kedua? Saya menilai bahwa posisi Pak Budi akan lemah kalau sampai ke putaran kedua. Itu adalah statemen bahwa pengaruhnya tidak berarti secara elektoral.

Tapi kalau pun menang di putaran kedua, dia masih bisa ‘cawe-cawe’ karena ada anaknya di sana. Walau tidak sekuat kalau pilpres berlangsung satu putaran.

Kalau kalah? Nah ini sulit. Pak Budi ini spekulan pedagang yang baik. Taruhan harus gede kalau mau untung gede. Kalau kalah, ya habis beneran.

No More Posts Available.

No more pages to load.