Ekuador Bungkam Jerman, Bukti Piala Dunia Tak Pernah Ramah bagi Tim yang Terlalu Cepat Diunggulkan

oleh -2 Dilihat
Di panggung sepak bola terbesar dunia itu, sejarah berkali-kali membuktikan bahwa tim yang datang dengan status unggulan justru bisa tersandung oleh lawan yang di atas kertas dianggap lebih lemah.

Kejutan yang Selalu Menjadi Tradisi Piala Dunia

Apa yang dilakukan Ekuador sejatinya bukan cerita baru dalam sejarah Piala Dunia.

Pada 1950, Amerika Serikat mengejutkan dunia dengan mengalahkan Inggris 1-0. Empat dekade kemudian, Kamerun membuka Piala Dunia 1990 dengan menumbangkan juara bertahan Argentina melalui kemenangan tipis 1-0.

Tahun 2002, Senegal membuat Prancis pulang lebih awal setelah menang pada laga pembuka. Sementara pada edisi 2022, Arab Saudi membalikkan keadaan untuk mengalahkan Argentina 2-1, meski tim Amerika Selatan itu akhirnya bangkit dan keluar sebagai juara dunia.

Pola yang muncul hampir selalu sama. Tim besar kerap kehilangan kewaspadaan ketika merasa berada di atas angin, sementara tim yang tidak diunggulkan bermain tanpa beban dan memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.

Ekuador kini menjadi bagian dari daftar panjang tersebut.

Baca Juga  Dua Pekan Usai Ditertibkan, Truk Kembali Parkir di Bawah JMP Ambon, Pengawasan Dishub Dipertanyakan

Alarm bagi Der Panzer

Meski tetap lolos ke babak 32 besar, kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi Jerman.

Tim asuhan Julian Nagelsmann terlihat kehilangan konsentrasi setelah unggul lebih dulu. Beberapa kali mereka juga melakukan kesalahan di area berbahaya yang membuka peluang bagi Ekuador menciptakan serangan balik.

Kapten Joshua Kimmich mengakui timnya terlalu mudah kehilangan bola, sesuatu yang harus segera dibenahi sebelum memasuki fase gugur.

No More Posts Available.

No more pages to load.