Empat Puisi Nuriman Bayan

oleh -0 Dilihat

meski
malam-malam kami salu
kamu tak boleh kalut.

Ketika ketiga kali
aku hendak pergi
di tepi pantai kau berdiri
melepas sambil berkata,

pergilah dengan tide-tide
dan
pulanglah dengan cakalele

di kepergian ketiga
aku memang bahagia
tapi sedih
sebab yang berdiri
di tepi pantai itu
hanya ibu.

2022.

tigalu: panggilan
balu: balasan dari panggilan
salu: tinta suntung

==========

SEMPURNA SUDAH HALMAHERA DI TUBUH ANAK KITA

Ayah menusukkan parang ke daratan
jadilah aku
ayah menusukkan dayung ke lautan
jadilah kamu

aku lahir dari rahim ibu yang hijau
kamu lahir dari rahim ibu yang biru

aku tumbuh
dari wangi cengkeh, wangi pala, dan wangi kelapa

Baca Juga  Perempuan Ukraina ini Mengaku Mesias dan Membawa Pengikutnya Menantang Hari Kiamat

kamu tumbuh
dari wangi ikan, wangi arus, dan wangi ombak

aku loloda
kamu weda
sempurnalah sudah
Halmahera di tubuh kita.

Aku tusukkan parang ke daratan
aku tusukkan dayung ke lautan
kau jadi hijau
kau jadi biru
sempurnalah sudah
Halmahera di tubuh anak kita.

Morotai, 2022.

======

No More Posts Available.

No more pages to load.