Biar tercecer segala luka
segala lebam
Jika puisi adalah anak-anak yang lahir dari rahim yang berdarah-darah
Dari juang cinta yang bengal
Mampukah kita menjadi orangtua yang baik baginya?
Aku ingin merobek tubuh puisi
Mengeluarkan seluruh di dalamnya
Janji-janji, kata-kata manis yang perlahan membakar dirinya yang sesungguhnya
Pada jalan-jalan penuh sukacita pula bahaya
Aku melihat puisi tumbuh besar bersama suara-suara bergema
Lawan! Lawan! Lawan!
Tapi, bukankah puisi tetaplah puisi?
Sekali waktu ia akan mati.
Yogyakarta, 28 November 2020.
=========
Gelombang
Membuncah di dadanya
Lautan tanpa tepi
Ia, nakhoda mahir membaca peta
Tetapi kehilangan arah
Wakatobi, 1 September 2020.
Oliena Ibrahim, nama pena Indah Sari Ibrahim. Empat puisinya pernah diterbitkan di Jawa Pos dan sejumlah media lain. Salah satu esainya diterbitkan dalam Antologi Esai Sio Ina (2019), dan bisa dihubungi melalui olienaibrahim@gmail.com.









