Empat Puisi Oliena Ibrahim

oleh -2 Dilihat

Biar tercecer segala luka

segala lebam

Jika puisi adalah anak-anak yang lahir dari rahim yang berdarah-darah

Dari juang cinta yang bengal

Mampukah kita menjadi orangtua yang baik baginya?

Aku ingin merobek tubuh puisi

Mengeluarkan seluruh di dalamnya

Janji-janji, kata-kata manis yang perlahan membakar dirinya yang sesungguhnya

Pada jalan-jalan penuh sukacita pula bahaya

Aku melihat puisi tumbuh besar bersama suara-suara bergema

Lawan! Lawan! Lawan!

Tapi, bukankah puisi tetaplah puisi?

Sekali waktu ia akan mati.

Yogyakarta, 28 November 2020.

=========

Gelombang

Membuncah di dadanya

Lautan tanpa tepi

Ia, nakhoda mahir membaca peta

Tetapi kehilangan arah

Wakatobi, 1 September 2020.


Oliena Ibrahim, nama pena Indah Sari Ibrahim. Empat puisinya pernah diterbitkan di Jawa Pos dan sejumlah media lain. Salah satu esainya diterbitkan dalam Antologi Esai Sio Ina (2019), dan bisa dihubungi melalui olienaibrahim@gmail.com.

No More Posts Available.

No more pages to load.