Porostimur.com, Sofifi – Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang siap menjalankan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, telah terbentuk 118 unit koperasi kelurahan dan 1.077 unit koperasi desa di seluruh wilayah Malut.
Sekretaris Satuan Tugas KDMP Malut, Wa Zaharia, menyebut dari total koperasi yang terbentuk, baru enam unit yang sudah menjalankan aktivitas usaha dengan menggandeng sejumlah mitra.
“Enam koperasi tersebut tersebar di Halmahera Tengah sebanyak tiga koperasi, Halmahera Utara satu koperasi, dan Kota Ternate di dua kelurahan,” ungkapnya, Selasa (12/8/2025).
Menurutnya, aktivitas paling lengkap saat ini ada di Koperasi Wairoro, yang sudah menjalin kerja sama dengan stakeholder seperti Pertamina dan Bulog. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, terdapat 1.081 koperasi berstatus aktif di provinsi ini.
Tunggu Petunjuk Teknis Pusat
Wakil Gubernur Malut menuturkan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait langkah operasional dan mitigasi program KDMP.
“Pemprov Malut sudah membentuk Satgas KDMP yang diharapkan dapat memastikan semua kegiatan dan aktivitas usaha berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Satgas KDMP Malut dibentuk melalui SK Gubernur Nomor 336/KPTS/MU/2025 tanggal 28 Mei 2025. Fokusnya adalah percepatan program melalui penguatan kelembagaan, pemenuhan SDM koperasi, serta digitalisasi proses bisnis dan database koperasi agar pengelolaan menjadi modern dan terintegrasi.









