Ambulans yang diserahkan Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama OKU H. Alikhan Ibrahim diterima langsung oleh Dubes Palestina Zuhair Al Shun. Sejumlah tokoh masyarakat OKU yang juga hadir dalam penyerahan bantuan ambulans itu adalah H. Mustahiruls Kohar, Dimpu Siburian, Elvis Rahman, Rama Fitrah, H. A. Muchtar, H. M. Marhum, dan H. Usman Rizal.
GNPF Ulama OKU meminta bantuan Teguh Santosa untuk memfasilitasi penyerahan bantuan karena Teguh Santosa dikenal memiliki jaringan yang luas dengan berbagai kedutaan besar negara sahabat di Jakarta.
“Pernyataan Yair Lapid adalah sebuah pengakuan tegas dan terbuka atas eksistensi Negara Palestina. Inilah momentum emas itu,” ujar Teguh yang pernah menjadi Ketua Bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah dan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Teguh menggarisbawahi, kawasan yang kini menjadi sengketa antara Israel dan Palestina memiliki sejarah yang sangat panjang. Relasi kedua bangsa, Arab dan Yahudi, di kawasan itu mengalami pasang surut seiring dengan perjalanan waktu. Ketegangan politik global yang tidak dapat dihindarkan juga ikut mewarnai relasi keduanya sehingga kekerasan menjadi unsur dominan di kawasan setidaknya dalam tujuh dekade terakhir.











