Sebab, lintasan Hunimua–Waipirit bukan jalur penyeberangan biasa. Setiap hari, jalur ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat, kendaraan dan distribusi kebutuhan antara Pulau Ambon dan Pulau Seram.
Jangan Tunggu Keluhan Viral Baru Bertindak
Sorotan terhadap kondisi feri Hunimua–Waipirit kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelayanan transportasi publik di Maluku.
Dinas Perhubungan memang tidak harus secara langsung mengurus kebersihan setiap toilet atau tempat sampah di atas kapal. Namun, sebagai perangkat daerah yang menangani urusan perhubungan sesuai kewenangannya, Dishub memiliki peran penting dalam pengawasan, koordinasi, evaluasi dan memastikan standar pelayanan kepada pengguna jasa diperhatikan.
Ketika keluhan mengenai toilet kotor, air yang tidak layak, sampah berserakan dan fasilitas penumpang yang tidak terawat muncul ke publik, masyarakat tentu berhak mengetahui sejauh mana pengawasan rutin selama ini dilakukan.
Pelayanan transportasi publik seharusnya tidak baru mendapat perhatian setelah kondisi di lapangan difoto, diunggah, kemudian menjadi sorotan media.
Pengawasan idealnya dilakukan secara berkala.
Kondisi fasilitas penumpang, kebersihan kapal, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, kenyamanan pengguna jasa hingga pemenuhan standar operasional seharusnya menjadi bagian dari evaluasi rutin.









