Ketika berpergian mendaki, kata Memhet, tak harus diberitahu kepada orang rumah, karena itu pasti tidak diijinkan.
“Waktu itu, saya mau pergi mendaki, bila ketahuan, pasti beradu mulut sama orang tuanya,”ujarnya.
Diskusi pun berhenti. Malam makin larut, dan tak ada bintang. Kami pun berpisah, dan kembali ke tenda masing-masing.
Jalan Pulang
Di pagi hari yang cerah itu, saya bersama teman-teman lainnya mengabadikan beberapa foto di waktu subuh. Setelah itu, kami bergegas menuju di puncak dengan membutuhkan satu jam sampai ke titik paling tinggi sekitar 1571 MDPL. Di tempat berbeda itu, ada keramat yang berisi uang koin disusun dengan batu.
Asap belerang di puncak Gamkonora masih saja mengeluarkan asapnya. Pandangan saya, ketenangan alam di Gamkonora terlalu indah. Dari pemandangannya, kita bisa melihat gunung Tidore dan Ternate dari jauh, sebagai penanda bahwa kita hidup berpulau-pulau, walau dipisahkan dengan jarak.
Ada beberapa spot foto yang perlu bagi dibadikan di bentang alam gunung Gamkonora yaitu, di titik puncak yang diberi tanda tiang dengan jarak ketinggian Gamkonora dan di tempat camp yang berdekatan dengan danau, walau airnya kering.









