Gelar Rakor Penanggulangan Bencana, Ini Harapan Ketua BPBD Tidore Kepulauan

oleh -2 Dilihat

Ia bilang, pihaknya telah menyiapkan kajian resiko bencana sebelum pelaksanaan dan rapat koordinasi ini diharapkan bisa melahirkan satu dokumen.

“Tapi, tadi dokumen saya sudah serahkan kepada pemerintah sehingga implementasinya dari dokumen itu, ketika terjadinya bencana, kelurahan atau desa mana yang sangat berdampak seperti, angin puting beliung, banjir rob, banjir, longsor serta yang berhubungan dengan kebencanaan,” ucapnya.

Terkait rapat koordinasi ini, menurutnya, dilakukan satu kali dalam setahun, namun harus melihat modelnya apa dan bagaimana rekomendasinya.

“Kalau rekomendasi, harus diperkuat dengan regulasinya. Tadi ada masukan dari peserta rapat koordinasi, misalnya BPBD lambat dalam menangani soal proses administrasi,” akunya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nuku, Idris Sudin menambahkan, agenda rapat koordinasi ini dalam setiap tahun tidak pernah luput dan selalu terlaksana.

Baca Juga  Redam Bentrokan Patahuwe-Lisabatas, Polres SBB Kerahkan 92 Personel Gabungan

Pada momentum pelaksanaan rapat koordinasi tanggap penaggulangan bencana tahun ini, sangat strategis karena posisi anomali cuaca yang sangat luar biasa.

“Seperti iklim yang tidak menentu, dan wilayah yang titik rawannya sudah terlihat jelas faktanya yakni, banjir, longsor, dan genangan air ini, tentunya mengharuskan melakukan koordinasi secara baik dalam penanganan, terutama pada optimalisasi serta kolaborasi bersama stakeholder dalam merespon tanggap darurat,” ujar Idris. (Mansyur Armain)

No More Posts Available.

No more pages to load.