Laporan Reuters juga menyebut adanya bentrokan kecil di Dallas yang berujung pada penangkapan.
Gedung Putih Merespons Sinis
Pihak Gedung Putih merespons aksi tersebut dengan nada skeptis. Juru bicara menyebut demonstrasi itu sebagai bagian dari “jaringan pendanaan kelompok kiri” dan tidak mencerminkan dukungan publik secara luas.
Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump diketahui memperluas penggunaan kewenangan presiden melalui berbagai perintah eksekutif, termasuk pengerahan Garda Nasional ke sejumlah kota.
Trump sendiri membantah tudingan otoritarianisme yang diarahkan kepadanya.
“Mereka menyebut saya sebagai raja. Saya bukan raja,” ujarnya dalam wawancara sebelumnya.
Namun, para kritikus menilai sejumlah kebijakan pemerintahannya berpotensi melanggar konstitusi dan menjadi ancaman bagi demokrasi di Amerika Serikat. (red/beritasatu/sindonews)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









