Gereja Tangguh

oleh -270 views

Mengapa ini jadi prioritas?. Dalam Himpunan Keputusan Sidang Ke 43 MPL Sinode GPM tahun 2022, GPM memiliki 766 Gereja yang tersebar di berbagai daerah – di kota maupun desa – yang ada di Maluku dan Maluku Utara. Ada 143.264 kepala.keluarga atau 594.355 anggota jemaat yang dilayani 1272 pendeta. Ini jumlah yang sangat besar. Dan mereka entah anggota jemaat dan para pendeta jadi bagian yang harus dilindungi. Sebab itu, dua tahun terakhir, GPM berinisiasi membentuk “Gereja Tangguh”. Model gereja yang adaptif dan aman dari ancaman bencana.

Mereka kerap membuat pelatihan berbasis unit pelayanan. Kampanye dan advokasi juga gencar dilaksanakan. Saya beberapa kali terlibat dalam kegiatan ini. Di undang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, sejak lima tahun lalu, saya bersama Rorano Maluku Utara – NGO lokal yang berfokus pada isyu kesehatan, pendidikan dan penanggulangan bencana – telah melakukan berbagai pelatihan dalam kegiatan kemitraan yang kami beri nama Istana – Inisiasi Masyarakat Tangguh Bencana.

Baca Juga  Harlah PMII ke-66, Bupati Kepulauan Sula Dorong Sinergi Bangun Generasi Unggul

Program ini bertumpu pada edukasi kebencanaan, sejarah kebencanaan di level lokal, respons yang disiapkan, asesmen, pertolongan pertama hingga pelatihan yang bersifat partisipatif seperti membuat tim bencana, peta bencana, jalur evakuasi hingga simulasi. Ada beberapa relawan bencana dengan skill terlatih yang saling terkoneksi. Mereka adalah anak anak muda gereja yang membentuk tim.relawan. Tim ini ada di Mayau, Tifure, Ternate dan Pulau Obi.

No More Posts Available.

No more pages to load.