Porostimur.com, Langgur – Puluhan massa yang tergabung dalam OKP Cipayung dan Aliansi Perempuan menggeruduk Mapolres Maluku Tenggara (Malra), Sabtu (28/2/2026). Mereka menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan berujung maut yang dialami Veronika Rahanyanat, karyawati sebuah perusahaan di Kecamatan Kei Kecil Barat.
Sembari membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, massa meminta Kapolres Malra, AKBP Rian Suhendi, menemui mereka secara langsung. Aksi yang berlangsung kurang lebih lima jam itu turut menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Desak Transparansi dan Gelar Perkara Khusus
Koordinator aksi, Ima Sarah Reliubun, dalam orasinya menegaskan bahwa massa hanya menuntut transparansi penuh atas hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Malra.
“Kami mendesak transparansi penuh atas hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Malra,” tegas Ima.
Menurutnya, pihak OKP dan aliansi meminta kepolisian membuka secara terbuka seluruh hasil penyelidikan kepada publik dan keluarga korban, termasuk penjelasan rinci serta kronologis sejak awal penanganan perkara hingga kesimpulan akhir.
“Transparansi adalah bentuk akuntabilitas dan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” cetusnya.











