Hadiri Deklarasi Anti Politik Uang, Ini Sikap 4 Kontestan Pilgub Malut

oleh -100 views

Basri bilang, apabila malam ini kita sepakat untuk anti politik uang, maka definisi uang harus diperjelas. Apakah uang warna biru dan merah, ataukah uang berupa beras dan minyak goreng.

“Kita ini, sedang memilih pemimpin, dan tidak sedang memilih penguasa. Bila memilih pemimpin, maka yang dibutuhkan adalah gagasan dan ide-ide besar pemimpin bukan beras dan minyak goreng,” tegasnya.

Basri menjelaskan, rakyat sekarang sedang bosan mendengar visi-misi para kandidat. “Misalnya,
suatu hari duduk, dan pulang bisa dapat sembako, dan kita biarkan situasi tersebut tanpa kita didik cara berfikir. Bahkan, itu dilakukan secara masif baik dari Pilkada, dari Pileg ke Pileg hingga menjamur di mana-mana,” pungkas Basri.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 4 Meter di Laut Maluku

Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos mengaku, dirinya selalu komitmen anti terhadap politik uang dan membuktikan di seluruh kampanye yang dilakukan pihaknya, tidak jual beli suara.

“Tetapi proses politik sesuai dengan hukum yang berlaku, semuanya pakai uang. Yang pertegaskan lagi dalam peraturan KPU yang baru, bahwa tidak boleh uang, tetapi diganti dengan barang, maksimum 1 juta. Saya setuju anti politik uang, dan pada prinsipnya bahwa semua pasangan calon menghormati ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.