Tarian ini tidak hanya menjadi elemen estetika penyambutan, tetapi juga simbol dialog harmonis antara kekuasaan formal pemerintahan dan kearifan lokal yang hidup dalam denyut masyarakat kepulauan.
Mahasiswa, Intelektualitas, dan Masa Depan Daerah
Kehadiran Bupati Buru dalam agenda Kongres IV dan Dies Natalis ke-66 HPMS dipandang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung proses penguatan intelektual, konsolidasi organisasi, dan regenerasi kepemimpinan mahasiswa.
Bagi panitia, kongres dan dies natalis bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi, melainkan ruang dialektika akademik untuk merumuskan gagasan masa depan daerah yang berpijak pada ilmu pengetahuan, nilai budaya, dan etika sosial.
Sinergi Pemerintah dan Mahasiswa
Panitia menilai, partisipasi Bupati Ikram Umasugi memiliki nilai simbolik dan substantif, karena menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan elemen kultural dalam membangun peradaban daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan penyambutan yang sarat makna tersebut, kehadiran Bupati Buru di Ternate diharapkan menjadi energi kolektif bagi suksesnya Kongres IV dan Dies Natalis ke-66 HPMS, sekaligus memperkuat jejaring kebangsaan dalam bingkai persaudaraan Maluku Utara dan Maluku secara luas. (red)
Simak berita dan artikel terbaru di: WhatsApp Channel porostimur.com







