(Para sahabat Nabi adalah generasi terbaik, maka dengarlah!
Lalu menyusul para Tabi’un, diiringi para Tabi’u al-Tabi’in)
Sebagai sandaran ada kewenangan dan otoritas pada ketiga generasi pertama umat Islam itu, kaum Sunni menunjuk kepada firman Allah:
Dan para perintis pertama yang terdiri dari kaum Muhajirun dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka itu dengan baik, Allah telah ridla kepada mereka, dan mereka pun telah ridla kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Itulah kebahagiaan yang agung. ( QS al-Tawbah/9 :100)
Cak Nur menjelaskan, jadi firman Ilahi itu menegaskan bahwa kaum Muhajirin dan Anshar, yaitu para sahabat Nabi yang berasal dari Mekkah dan Madinah, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (kaum Tabi’un), telah mendapat rida dari Tuhan dan, sebaliknya, mereka pun telah pula bersikap ridla kepada-Nya.
“Untuk mereka itu disediakan oleh Tuhan balasan surga yang akan menjadi kediaman abadi mereka. Dengan kata-kata lain, kaum Salaf itu seluruh tingkah lakunya benar dan mendapat perkenan di sisi Tuhan, jadi mereka adalah golongan yang berotoritas dan berwenang,” jelas Cak Nur.










