Porostimur.com – Langgur: Semangat gotong royong yang dicanangkan presiden Soeharto pada zaman orde baru, sebenarnya kita orang Kei sudah ada sejak leluhur dulu yang dikenal dengan Maren. Karena itu, setelah dilantik pada tanggal 31 Oktober 2019, saya terus mencoba membangkitkan kembali budaya Maren yang telah dicanangkan para leluhur.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Mohamad Thaher Hanubun saat pemasangan atap, Gereja ST. Yacobus di Ohoi Wetuar, Kecamatan Kei Besar, Selasa (16/11/2021).
Hanubun menuturkan, selaku bupati dan wakil bupati pernah melibatkan SKPD, bekerja di lokasi tempat ibadah yakni Gereja Kolser, Masjid di Ohoi Mastur Lama, Gejeja Ohoi Seb dan Ohoider Tavun.
“Sepenggal kalimat ini, mengisahkan bagaimana diri kita tidak mampu berbuat sesuatu tanpa dibantu seperti filosofi para leluhur “It Foing Fo Kut, It Fau Fo BangLu Fatu” (kita ikat jadi satu barulah kita bisa bersama-sama bekerja dan bisa menyelesaikanya, seperti yang terjadi di gereja ini,” tuturnya.
Did tengah padatnya agenda, namun tidak membuat sosok bupati yang sering di sapa Thaher ini tak kenal lelah, bahkan pulang pergi Kecamatan Kei Besar dan Kei Kecil hanya untuk melayani masyarakatnya serta melanjutkan pembangunan sarana ibadah. “Bukan karena mengharapkan pujian dari manusia akan tetapi semata-mata mengharapkan ridho Tuhan yang Maha Kuasa,” ucapnya.









