Porostimur.com | Langgur: Memaksakan kehendak, dan mengatakan Bupati bohong, itu salah sasaran. Pernyataan ini di sampaikan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun kepada masyarakat Ohoi Fangamas, Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara, Ahad (29/8/2021).
Dalam tatap muka dengan warga, Hanubun lebih menekankan persoalan pencalonan Kepala Ohoi, karena Ohoi Fangamas lagi mempersiapkan agenda pemilihan kepala ohio.
Hanubun mengingatkan hal ini, karena beberapa waktu lalu saat pelantikan 10 Kepala Ohoi, ada warga yang tidak menerima dan meneriaki bupati bohong.
“Harus jika melakukan keberatan, jangan lakukan aksi demo kepada bupati, melainkan demo saja raja, karena raja yang mengeluarkan rekomendasi,” kata Hanubun.
“Pemerintah daerah hanya menerima berkas yang diusulkan oleh Badan saniri ohoi (BSO) dan raja yang telah mendapat surat pengantar dari camat,” imbuhnya.
Hanubun bilang, ketika berkas seseorang yang dipersiapkan untuk dilantik maka, pemda hanya berkoordinasi dengan pihak keamanan, ketika itu sudah tidak ada masalah, maka bupati mengeluarkan kewenangan untuk melantik.
“Saya akan tetap melantik, saya akan menggunakan kewenangan selaku pejabat negara, wibawa pemerintahan akan dipertaruhkan jika saya tidak melantik,” tegas Hanubun.









