Hanubun, Kalau Demo Bupati Salah Sasaran, Baiknya Demo Raja

oleh -115 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Memaksakan kehendak, dan mengatakan Bupati bohong, itu salah sasaran. Pernyataan ini di sampaikan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun kepada masyarakat Ohoi Fangamas, Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara, Ahad (29/8/2021).

Dalam tatap muka dengan warga, Hanubun lebih menekankan persoalan pencalonan Kepala Ohoi, karena Ohoi Fangamas lagi mempersiapkan agenda pemilihan kepala ohio.

Hanubun mengingatkan hal ini, karena beberapa waktu lalu saat pelantikan 10 Kepala Ohoi, ada warga yang tidak menerima dan meneriaki bupati bohong.

“Harus jika melakukan keberatan, jangan lakukan aksi demo kepada bupati, melainkan demo saja raja, karena raja yang mengeluarkan rekomendasi,” kata Hanubun.

“Pemerintah daerah hanya menerima berkas yang diusulkan oleh Badan saniri ohoi (BSO) dan raja yang telah mendapat surat pengantar dari camat,” imbuhnya.

Baca Juga  Pulau Bair di Maluku Tenggara, Surga Tersembunyi dengan Alam yang Menakjubkan

Hanubun bilang, ketika berkas seseorang yang dipersiapkan untuk dilantik maka, pemda hanya berkoordinasi dengan pihak keamanan, ketika itu sudah tidak ada masalah, maka bupati mengeluarkan kewenangan untuk melantik.

“Saya akan tetap melantik, saya akan menggunakan kewenangan selaku pejabat negara, wibawa pemerintahan akan dipertaruhkan jika saya tidak melantik,” tegas Hanubun.

“Apa yang saya lakukan tidak semata-mata mengedepan ego, namun selaku bupati saya menggandeng para raja, tokoh agama dan pemerintah untuk tetap bersinergi,” sambungnya

Hanubun mengilustrasikan ketiga pihak ini ibarat tungku, jika bersatu maka dengan mudah memasak, namun jika salah satu saja pincang maka wajan atau belanga sulit untuk ditempatkan pada posisinya. “Begitu pula saya, jika tidak menggandeng salah satu, maka terlihat kaku,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Kuliner Wajib Saat Berkunjung ke Maluku Tenggara

Kehadiran Hanubun di Kecamatan Kei Besar didampingi Raja Danar, Raja Maur dan Raja Nero, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemda Malra.

Pada kesempatan tersebut, Hunubun juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan kehendak yang belum tentu benar.

“Bupati tidak berbohong dan tidak mungkin sempurna, kerena kebenaran itu milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tapi yang salah sebagai manusia itu pasti,” tandasnya.

“Letakkan kebenaran itu di atas segala-galanya, jika sesuatu yang bukan milik kita, jangan kita paksanakan,” pesan Hanubun.

Hanubun menambahkan, sebagai masyarakat yang terkenal dengan adat, harus lebih mengedepankan etika dari pada mengeluarkan kata-kata yang tak pantas dan berteriak bupati bohong. “Itu terkesan tidak berbudaya,” katanya.

Baca Juga  Bocor, Polisi Gagal Gerebek Judi Sabung Ayam di Karang Jaya, Buru

“Untuk itu sekali lagi kedepan segala proses Kepala Ohoi jika ada pihak yang berkeberatan silakan demo terhadap raja, kalau sudah sampai di pemerintah daerah maka saya akan tetap lantik, tandas Hanubun. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.