Untungnya tak semua media mau dijadikan alat dengan imbalan yang tidak kecil, lalu pertanyaannya, menggunakan anggaran siapa Mulyono dan kroninya melakukan itu semua ?
Cerita upaya Mulyono membangun citra diakhir masa kekuasaanya tak ubahnya seperti cerita ini, Di sebuah kerajaan yang makmur, ada seorang raja bernama Prabu Jokowiyono. Pada awal pemerintahannya, ia dicintai oleh rakyatnya. Ia sering berbicara tentang keadilan, kebenaran, dan kepemimpinan yang tulus.
Namun, seiring waktu, nafsu kekuasaan mulai menguasai hatinya. Prabu Jokowiyono mulai berbohong, menyembunyikan kebenaran, dan membuat janji-janji kosong demi mempertahankan kedudukannya.
Pada suatu ketika, terjadi krisis pangan di seluruh negeri. Rakyat mulai kelaparan, dan banyak yang datang ke istana menuntut kejelasan. Raja Jokowiyono, dengan liciknya, menyalahkan para penasihatnya dan menuduh pejabat-pejabat di bawahnya mencuri kekayaan kerajaan.
Ia memberikan pidato besar yang meyakinkan rakyat bahwa ia tidak bersalah dan bahwa ia akan segera memperbaiki situasi. Namun, di balik layar, Jokowiyono telah menimbun emas dan bahan makanan untuk dirinya sendiri, sementara rakyat menderita. Kalau ditanya oleh rakyatnya, Jokowiyono mengelak dengan mengatakan “jangan tanya saya”.










