Hembusan Yang Tertinggal

oleh -0 Dilihat

Cerpen Karya: Nisa Amelia

Sudah lebih dari seminggu Ara disekap di dalam ruangan berdebu. Hanya ada 1 lampu minyak menggantung di dinding menyinari sedikit ruangan tersebut. Sudah banyak teman senasibnya berjatuhan dan mungkin organ tubuhnya sudah diperjualbelikan.

Awal mula ada sekelompok pria tak dikenal menawarkan es krim untuk Ara, ia pun terbujuk dan menuruti perintah pria-pria itu. Ara dibawa ke suatu tempat yang jauh dari rumah. Ia dipakasa untuk masuk ke ruangan jeruji besi. Di tempat itu ia mendapati belasan gadis seumurannya yang duduk meringkuk memeluk lutut seolah tidak ada harapan bagi mereka untuk lari dari keadaan itu untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga  Upacara HUT ke-81 RI di Halmahera Timur Berlangsung Khidmat dan Lancar

Di tempat inilah malapetaka harus dialami Ara. Gadis berusia 9 tahun itu tak henti hentinya menerima siksaan yang amat menyakitkan baginya, ia ditampar, dipecut bahkan dipukul dengan kayu. Ia menangis keras, tapi sayang tempat ini begitu jauh dari pemukiman lebih tepatnya di bawah tebing tengah hutan.

Keadaan tak pernah berubah setiap harinya, keheningan malam begitu mencekam dan menyiksa Ara. Gaun merah jambu miliknya sudah usang dan lengket dengan keringat bahkan darah. Ia selalu menggigil kedinginan ketika angin kencang terus menerus menerjang tubuhnya yang mulai kurus.