Hirup Zat Asam di Gunung Botak, Penambang Asal Waprea Tewas Meski Kawasan Dijaga Satgas

oleh -14 Dilihat

“Kami ambil jalur kiri agar terhindar dari pos pemantauan, lalu lewat lerengan gunung supaya tidak terlihat personel pengamanan,” jelasnya.

Korban Turun ke Lubang 22 Meter Tanpa Blower

Setelah tiba di lokasi lubang penggalian yang biasa digunakan korban, keduanya melakukan pengecekan. Mesin alkon kemudian dihidupkan untuk menyedot air dari dalam lubang.

Sekitar pukul 01.15 WIT, korban turun ke dalam lubang penggalian dengan kedalaman kurang lebih 22 meter untuk memastikan kondisi air.

“Sekitar pukul 01.15 WIT, korban masuk ke dalam lubang penggalian untuk mengecek kondisi air,” ujar Endi.

Namun, korban tak kunjung naik ke permukaan. Saat saksi mencoba menyusul, ia langsung keluar kembali karena merasakan uap zat asam yang sangat kuat.

Baca Juga  PUPR Ambon Gelontorkan Rp982 Juta untuk Perbaikan Jalan Toisapu–Amahori

“Karena zat asamnya sangat tinggi, saya langsung keluar dari kolam,” katanya.

Endi kemudian berteriak berulang kali meminta korban segera naik, namun tidak ada respons. Bersama saksi lain bernama Risman, warga asal Amnon, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada patroli gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Evakuasi Sulit, Korban Dinyatakan Meninggal

Usai menerima laporan, aparat gabungan melakukan evakuasi. Mesin alkon kembali dihidupkan untuk menyedot air, sementara blower oksigen dipasang untuk membantu proses penyelamatan.

Setelah upaya yang cukup sulit, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam lubang pada pukul 02.45 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.