Hukum Melanggar Larangan di Hari Arafah, Apa Dampaknya?

oleh -291 views

Melanggar Larangan di Hari Arafah, Ini Dampaknya

Masih mengutip dari sumber yang sama, jemaah haji yang melanggar larangan di hari Arafah dengan tidak mengikuti wukuf di Padang Arafah, maka ibadah haji seseorang tidak sah dan harus mengulanginya kembali di tahun haji berikutnya.

Selain itu, jemaah haji juga akan dikenakan dam (denda) kafarat apabila mengerjakan sesuatu yang diharamkan selama dalam keadaan ihram di hari Arafah.

Bagi jemaah haji yang melanggar larangan ihram, seperti mencukur rambut, memotong kuku, memakai wangi-wangian, memakai penutup kepala dan menutup mata kaki bagi jemaah laki-laki, serta menutup kedua telapak tangan dan wajah bagi jemaah perempuan, maka sebagai sanksi dari setiap pelanggaran di atas, dapat memilih sesuai kemampuan masing-masing.

Baca Juga  Bantah Isu Mark Up PLTS Rp7 Miliar, Kadis Kesehatan Kota Ambon: Sistem Masih Garansi Hingga 2027

Jemaah haji dapat membayar dam seekor kambing, atau membayar fidyah dengan cara bersedekah kepada enam orang miskin masing-masing 1/2 sha’ berupa makanan pokok, atau jika tidak mampu, jemaah dapat menjalankan puasa selama tiga hari.

Sementara bagi jemaah yang melanggar dengan cara membunuh binatang, maka sanksinya berupa denda menyembelih ternak yang sebanding dengan hewan yang dibunuh.

Jika jemaah haji tidak sanggup membayar dam, maka diwajibkan untuk membayarnya dengan makanan pokok seharga binatang tersebut. Bila benar-benar tidak mampu, maka ia harus menggantinya dengan berpuasa, dengan perbandingan setiap hari, yaitu 1 mud makanan (3/4 kg beras).

No More Posts Available.

No more pages to load.