“PSI pernah punya rahasia bernama Mr. J — huruf yang dikira ide, tapi ternyata hanya gema dari kekuasaan yang enggan pergi.”
Dan di situlah ironi itu paripurna:
ketika huruf kehilangan makna,
mawar kehilangan warna,
dan politik kehilangan wajah manusiawinya.
Mr. J pun tinggal legenda kecil di kaki sejarah —
sebuah huruf yang malu menyebut dirinya sendiri. *









