“Mas Parjo, perkawinan kita tetap berlanjut. Endang sudah bahagia bersama Mas Parjo.”
Namun sebenarnya telah terjadi pergumulan dalam hatinya apakah perkawinan diteruskan atau dihentikan. Mas Parjo sudah tidak bisa memberikan keturunan, untuk apa sebuah perkawinan dilanjutkan?
Tuhan telah menakdirkan lelaki cinta pertamanya sebagai suaminya tapi Tuhan pula yang menakdirkan ia tidak akan memperoleh anak darinya. Sungguh ia tidak tahu apa rahasia dibalik itu semua.
Ia menyenderkan kepala di bahunya dan tidak berapa lama ia pun tertidur dipangkuannya. Ia masih berharap suatu saat suaminya dapat mencumbunya dan menaburkan benih di rahimnya.
========
BAMBANG WINARTO dilahirkan di Magelang 15 Juni 1954. Setelah lulus dari SMAN Kendal, mengikuti pendidikan di Fakultas Kehutanan – Institut Pertanian Bogor (1974-1978). Memperoleh gelar Magister Manjemen (MM) bidang studi Agribisnis dari Universitas Gajah Mada tahun 1993. Bekerja di Kementerian Kehutanan 1979-2010.
Ia aktif menulis berbagai artikel tentang kehutanan di majalah kehutanan. KAMUS KEHUTANAN merupakan karya yang fenomenal yang jadi pegangan para rimbawan. Saat ini sedang menekuni penulisan cerita pendek dan juga puisi.











