Implosion Persaingan dalam Kekuasaan Korup

oleh -24 views


Oleh: Lukas Luwarso, Jurnalis senior dan kolumnis

Rezim korup tidak selalu runtuh karena ledakan dari luar (explosion). Bisa juga runtuh karena ledakan dari dalam (implosion). Ketika jejaring korupsi dan hasilnya semakin membesar, negara menyimpan bom waktu, yang bisa meledak sewaktu-waktu. Musuh terbesar rezim korup bukanlah oposisi atau civil society, melainkan persaingan para aparat negara untuk mendominasi praktek korupsi.

Benturan dan ledakan internal akan terjadi, diawali perselisihan relasi antar-personal, kemudian mekanisme koordinasi antar-instansi negara. Aparat yang mestinya bekerja sinkron sebagai satu mesin, terpecah menjadi beberapa faksi dengan agenda dan tujuan masing-masing. Pemerintahan korup runtuh bukan karena serangan dari luar, sanksi internasional, tekanan oposisi, atau revolusi sosial. Tapi ledakan persaingan internal di kekuasaan.

Baca Juga  Kota Tual Sambut Hangat Peserta Sail to Indonesia 2026, Angkat Potensi Bahari dan Budaya Kei

Situasi ini lazim terjadi ketika korupsi telah berkembang dari kejahatan individual menjadi modus insitusional. Ketika negara terperangkap dalam korupsi (state capture corruption). Ketika korupsi bukan lagi penyimpangan bernegara, melainkan menjadi modus operandi cara menjalankan negara. Relasi antara birokrasi, aparat hukum, politikus, penyelenggara negara, dan kepentingan bisnis begitu kusut-berkelindan. Sehingga batas antara, penegak aturan, penjaga hukum dan pelanggar hukum kabur.

No More Posts Available.

No more pages to load.