Laporan juga memperingatkan bahwa biaya jangka panjang dapat melonjak hingga lebih dari USD 7 miliar, terutama jika AS harus menghidupkan kembali jalur produksi pesawat yang sudah tidak lagi diproduksi.
Dampak Strategis dan Geopolitik
Konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 itu memicu serangan balasan besar dari Iran menggunakan rudal dan drone ke berbagai target militer AS dan Israel di kawasan.
Pihak Iran mengklaim keberhasilan mereka dalam mencegat sejumlah pesawat canggih, bahkan menyebut telah menjatuhkan puluhan drone serta beberapa jet tempur.
Seorang perwira Iran bahkan menyatakan bahwa keberhasilan menembak jatuh pesawat siluman menandai runtuhnya “mitos teknologi stealth” milik Amerika.
Perkembangan ini semakin menegaskan bahwa konflik tersebut tidak hanya berdampak pada kerugian material, tetapi juga memicu pergeseran persepsi global terhadap kekuatan militer dan teknologi pertahanan modern.
sumber: sindonews











