“Sekarang kami dengar lembaga pembiayaan sudah cukup nyaman karena kami punya CCS, itu mengapa CCS begitu penting,” tuturnya.
Di sisi lain, dia mengatakan, Inpex belakangan tengah fokus untuk mengamankan pembeli gas dari Blok Masela.
Inpex diketahui telah menghimpun minat dari calom pembeli domestik dan luar negeri dengan kebutuhan gas secara keseluruhan sekitar 25 juta ton per tahun (mtpa).
Beberapa pembeli telah menandatangani letter of intent (LoI), memorandum of understanding (MoU), dan head of agreement (HoA) ihwal kemungkinan pembelian gas dari Lapangan Abadi itu.
“Kami yakin gas dari Masela akan banyak dicari di pasar nanti,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM membeberkan biaya investasi dan operasi pengembangan proyek LNG Abadi Blok Masela menyentuh di angka US$34,74 miliar setara dengan Rp535,96 triliun (asumsi kurs Rp15.428 per dolar AS).
Perkiraan biaya untuk rencana pengembangan itu meliputi biaya investasi di luar sunk cost sebesar US$20,94 miliar (termasuk di dalamnya investasi CCS sebesar US$1,08 miliar), biaya operasi sebesar US$12,97 miliar dan biaya Abandonment and Site Restoration (ASR) sebesar US$830 juta.
Estimasi anyar itu muncul selepas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyetujui Revisi 2 Rencana Pengembangan Lapangan yang Pertama (POD I) Lapangan Abadi WK Masela pada 28 November 2023.









