Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait setelah Diserang AS

oleh -17 Dilihat
Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah Kuwait. Di tengah eskalasi tersebut, Presiden AS Donald Trump justru menyatakan permusuhan dengan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung lama.

Iran sebelumnya merespons serangan AS pada Selasa dengan menargetkan sejumlah negara yang menjadi sekutu regional Washington, termasuk Yordania dan Bahrain.

Eskalasi tersebut kini menimbulkan kekhawatiran konflik berkembang menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.

Di tengah meningkatnya ketegangan, para pembantu utama Trump disebut berupaya mencegah konflik Iran meluas sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.

Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio disebut berusaha menjaga konflik tetap dalam kondisi relatif terkendali hingga pemilu tersebut selesai.

Konflik Mulai Tekan Politik Domestik AS

Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak politik perang Iran di dalam negeri AS.

Baca Juga  5 Zodiak yang Suka Berpura-pura Tidak Peduli, Padahal Diam-diam Perhatian

Jajak pendapat Universitas Massachusetts Amherst terhadap 1.000 responden pada Agustus menunjukkan mayoritas responden tidak menyetujui cara Trump menangani konflik dengan Iran.

Meski demikian, Trump mengatakan dirinya tidak terpengaruh oleh pemilihan paruh waktu. Ia menyatakan akan tetap membantu Partai Republik dan menilai partainya mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Peningkatan ketegangan AS-Iran kini kembali menjadi perhatian internasional. Serangan ke wilayah negara sekutu Washington, termasuk Kuwait, memperlihatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi meluas melewati wilayah Iran dan AS.

No More Posts Available.

No more pages to load.