Beberapa pekan sebelumnya, Ben-Gvir dan Silman juga disebut menggelar pertemuan dengan penasihat hukum serta Kepala Otoritas Alam dan Taman Israel, Raya Soraki, guna membahas rencana tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan Ben-Gvir berencana menerapkan konsep tersebut pertama kali di Penjara Ketziot, Israel selatan, yang diketahui banyak menampung tahanan asal Palestina.
IPS Tinjau Rencana Penggunaan Buaya
Masih menurut media Israel, Dinas Penjara Israel (Israel Prison Service/IPS) telah meninjau usulan tersebut dan mengirim petugas ke peternakan buaya Hamat Gader pada awal Januari untuk mempelajari karakteristik reptil tersebut.
Laporan menyebut IPS mempertimbangkan penggunaan buaya berukuran lebih kecil yang diperkirakan bernilai sekitar 8.000 dolar Amerika Serikat per ekor, dibandingkan buaya dewasa yang harganya dapat mencapai sekitar 20.000 dolar Amerika Serikat.
Seorang sumber di lingkungan IPS, sebagaimana dikutip surat kabar Maariv, menyebut biaya tersebut dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan investasi keamanan penjara.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pengumuman resmi mengenai penerapan penggunaan buaya sebagai bagian dari sistem pengamanan penjara di Israel. Pemerintah Israel juga belum mengumumkan keputusan final terkait implementasi usulan tersebut.









