“Negosiasi hanya dapat berjalan maju atas dasar rasa saling menghormati,” imbuhnya, sambil memperingatkan bahwa tekanan AS yang terus berlanjut selama perundingan “tidak akan menghasilkan keuntungan apa pun”.
Dia menambahkan bahwa Iran terbuka untuk membangun kepercayaan atas masalah internasional tetapi tidak akan berkompromi atas apa yang dilihatnya sebagai hak kedaulatannya untuk pengayaan nuklir.
Pada hari Sabtu, Teheran dan Washington mengadakan putaran pertama perundingan “tidak langsung” sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari. Delegasi tersebut dipimpin oleh Araghchi dan Witkoff.
Pertemuan tersebut diadakan di Muscat dan dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi. Putaran berikutnya akan berlangsung 19 April.
sumber: sindonews










