Israel Hadapi ‘Tsunami Kesehatan Mental’ setelah 2 Tahun Perang Gaza

oleh -253 views
Israel sedang menghadapi tsunami kesehatan mental setelah dua tahun Perang Gaza. Foto/Noam Revkin Fenton/Flash90

Periode konflik dan trauma yang panjang telah membuat banyak orang berjuang melawan depresi, kecemasan, pikiran yang mengganggu, dan kelelahan.

Keluarga dan masyarakat sangat terdampak, dan kelompok-kelompok tersebut memperingatkan bahwa krisis belum mencapai puncaknya.

Mereka memperingatkan tentang “trauma kolektif yang mendalam dan berkepanjangan” dan semakin runtuhnya rasa aman dan kepercayaan publik, yang kemungkinan akan memengaruhi generasi mendatang.

“Kondisi psikologis dan kesejahteraan masyarakat Israel berada pada titik terendah yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata koalisi tersebut.

Angka-angka yang Mengejutkan

Data yang dilaporkan oleh Yedioth Ahronoth menunjukkan peningkatan tajam dalam masalah kesehatan mental secara nasional.

Diagnosis depresi dan kecemasan pada tahun 2024 dua kali lipat dari yang tercatat pada tahun 2013. Diagnosis PTSD (Gangguan Stres Pascatrauma) meningkat sebesar 70 persen setiap bulan dari Oktober 2023 hingga akhir tahun 2024, menambah 23.600 pasien baru.

Baca Juga  Sidang Isbat Digelar 17 Mei, Enam Titik Pemantauan di Maluku

Hampir separuh warga Israel kini melaporkan gejala kesedihan yang berkepanjangan. Panggilan ke layanan bantuan kesehatan mental meningkat enam kali lipat, sementara penggunaan obat-obatan psikiatri meningkat dua kali lipat. Gangguan tidur meningkat 19 persen selama perang.

No More Posts Available.

No more pages to load.