Jaga destinasi wisata bahari, Kodam ajak masyarakat revilatisasi pantai

oleh -52 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Persembahan rakyat Maluku dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 yakni Festival Teluk Ambon (FTA) tahun 2018.

Festival ini juga merupakan rangkaian perayaan HUT Provinsi Maluku yang jatuh pada tanggal 19 Agustus.

Festival dimaksud juga berguna menjadi ajang promosi pariwisata Maluku pada umumnya maupun Kota Ambon secara khusus dengan tema ”Katong Cinta Maluku”.

Mendukung itu, Kodam XVI/Pattimura, menggelar kegiatan Revitalisasi dan Pembersihan Pantai, di pengeringan Tapal Kuda, Kelurahan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (19/8) sekitar pukul 07.00 WIT.

Link Banner

Kegiatan ini melibatkan ratusan personil Kodam XVI/Pattimura, anggota Persit KCK PD XVI/Pattimura, tim selam yang terlibat dalam kegiatan pemecahan rekor di Raja Ampat dan Manado dan masyarakat.

Baca Juga  Raja Belgia Minta Maaf Atas Kelakuan Biadab Leluhurnya di Kongo

Rilis berita yang diterima wartawan, menyebutkan acara ini diawali dengan gelar apel.

Panas terik dan angin laut semakin menambah semangat para peserta untuk melakukan bersih-bersih sampah di pantai dan laut.

Selain memeriahkan FTA tahun 2018, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan kebersihan pantai dan laut dari sampah-sampah yang berserakan terutama sampah plastik.

Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan terutama pada areal pantai, mengingat pantai dan laut bagi masyarakat di Maluku jadi bagian dari kehidupan.

Setelah beberapa jam, sampah dengan berbagai macam produk, ukuran, jenis dan warna berserakan di sepanjang pantai berhasil dikumpulkan.

Baca Juga  Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Maluku, Nelayan Diminta Waspada

Sampah plastik mendominasi hasil pembersihan seperti plastik bungkus makanan dan botol air mineral, termasuk juga serpihan-serpihan kayu dalam ukuran kecil hingga sedang.

Meski demikian, banyak juga sampah yang mengendap pada permukaan karang sehingga perlu dibersihkan dengan lebih teliti.

Fakta bahwa masyarakat masih menjadikan pantai dan laut sebagai tempat sampah, mengakibatkan ada sampah yang tidak mudah terurai terutama plastik akan terbawa hingga mengotori pantai dan laut.

Sampah-sampah ini juga mencemari ekosistem laut dan berefek negatif terhadap biota laut.

Pasalnya, sampah plastik yang terurai di laut akan menjadi mikroplastik dan dapat tertelan oleh hewan laut secara tidak sengaja.

Diharapkan, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam pengeleloaan sampah, semakin meningkat dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Maluku, khususnya Kodam XVI/Pattimura.

Baca Juga  Arkeolog Temukan Fondasi Kedaton Lama Kesultanan Tidore Dari Abad 17

Untuk itu, masalah ini menjadi sangat serius mengingat Maluku sudah menjadi salah satu destinasi wisata bahari di Indonesia Timur. (pt-02)