Jalan Tangguh Iran, Cermin bagi Indonesia

oleh -83 views

Yang dibangun bukan sekadar figur pemimpin, melainkan institusi. Bukan sekadar ketokohan, tetapi kesinambungan gagasan. Karena itu, ketika seorang ilmuwan gugur, muncul penerusnya. Ketika seorang pemimpin berganti, arah pembangunan tidak ikut kehilangan tujuan. Bahkan ketika fasilitas strategis dihancurkan, pengetahuan yang telah dimiliki tetap hidup dan menjadi dasar untuk membangun kembali.

Resiliensi pada akhirnya bukan sekadar kemampuan bertahan, melainkan kemampuan mengubah krisis menjadi energi pembaruan.

Di sisi lain, perjalanan Iran tentu tidak tanpa persoalan. Inflasi, pengangguran, tekanan ekonomi, hingga berbagai tantangan sosial, termasuk isu hak-hak perempuan, tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Namun, di tengah berbagai keterbatasan itu, terdapat satu tekad yang terus dipelihara: tidak menyerahkan masa depan bangsa sepenuhnya kepada tekanan dari luar.

Baca Juga  Persiapan Groundbreaking Blok Masela Dikebut, Land Clearing di Lermatang Terus Berjalan

Pelajaran bagi Indonesia

Indonesia memiliki sejarah yang berbeda. Kita tidak hidup dalam kepungan embargo atau konflik berkepanjangan seperti Iran. Namun justru karena ruang yang lebih longgar itu, kita sering terlena oleh rasa aman dan membiarkan ketergantungan tumbuh secara perlahan.

Padahal, dunia sedang memasuki era yang penuh ketidakpastian. Persaingan geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga fragmentasi ekonomi global menuntut setiap bangsa memiliki fondasi yang lebih mandiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.